Wednesday, February 3, 2016

Inilah Sebab Hujan Es Muncul di Sleman dan Magelang



Inilah Sebab Hujan Es Muncul di Sleman dan Magelang
Inilah Sebab Hujan Es Muncul di Sleman dan Magelang. Munculnya fenomena hujan Es yang melanda Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang dan sebagian wilayah Kabupaten Sleman DIY pada hari Senin sore, 25 Januari 2016 patut diwaspadai, hal itu disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Yogyakarta.
“Potensi hujan es ini masih memungkinkan terjadi kembali karena konsentrasi awan Cumulonimbus,” ujar Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono, Selasa, 26 Januari 2016.
Menurut petugas BMKG yang berada di Kabupaten Magelang hujan es yang disertai angin kencang di Kecamatan Srumbung dan Kecamatan Dukun berakibat pada tumbangnya pohon dan tertutupnya akses jalan serta menimpa rumah warga, bahkan diwilayah Kecamatan Dukun beberapa genteng rumah warga beterbangan seperti di Desa Ngargomulyo, Desa Kalibening, Desa Ngargosoko dan Desa Tegalrandu.
“Hujan es juga terjadi di Wonokerto, Sleman, dan sekitar lereng Merapi,” ujar Joko.
Data dari Komandan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Daerah DIY, Pristiawan menyampaikan bahwa hujan yang membawa hujan es terjadi sekitar pukul 14.30 pada hari Senin, 25 Januari 2016 yang menerjang sisi Utara dan Timur kecamatan Turi Kabupaten Sleman.

Kerusakan

Ada tiga Desa di Kecamatan Turi yang terkena dampak, ada 32 titik pohon tumbang, bangunan rusak ringan 15 unit, rusak sedang lima unit dan rusak berat satu unit, dan berdampak pada 13 Kepala Keluarga, namun tak ada korban luka maupun korban jiwa, kerusakan lain  juga terdata seperti kerusakan kabel listrik PLN, kandang ternak di lima lokasi, kerusakan genteng di tujuh titik, dan satu titik rusak atap asbes. Untuk di Kecamatan Tempel, Hujan deras beserta butiran es menimpa dua desa dengan dua lokasi pohon tumbang, tetapi tidak menimbulkan kerusakan.
Sedang di Kecamatan Pakem, Sleman hujan lebat menimpa satu desa dengan menimbulkan kerusakan tiga bagunan rusak ringan. “Hujan Senin kemarin juga menumbangkan pohon di enam titik Kecamatan Sleman, Ngaglik, dan Prambanan,” ujar Pristiawan. Untuk di Kecamatan Prambanan, satu warga di rawat jalan di RSUD Prambanan karena mengalami syok saat hujan es terjadi.
Awan Cumulunimbus menjadi penyebab terjadinya fenomena hujan es, seperti yang disampaikan oleh BMKG. Awan ini merupakan awan yang pertumbuhannya vertikal atau puncak awannya tinggi sehingga bagian atas awan mempunyai suhu minus yang berakibat kandungan air berwujud kristal es. “Es ini bisa jatuh karena terpental oleh petir atau karena faktor angin (golakan) turbulensi yang terjadi di awan itu,” ujar Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono.
Menurut Joko, Potensi berulangnya hujan es masih sangat tinggi karena masih musim hujan, potensi awan Cumulunimbus pun masih ada terutama pada siang dan sore hari. “Perlu ditingkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama di akhir Januari hingga Februari, karena akan memasuki puncak musim hujan,” ujarnya. (den)

No comments:

Post a Comment